PELUANG DAN TANTANGAN

PELUANG DAN TANTANGAN PENELITIAN DI PTS

by:  Syech Idrus

Pendahuluan

Perkembangan ilmu dan teknologi modern dewasa ini, terutama teknologi transportasi dan teknologi komunikasi, telah mampu mempengaruhi penghayatan manusia tentang ruang dan waktu. Dengan berbagai teknologi canggih sekarang ini jarak terasa semakin dekat dan tempo terasa semakin cepat, sehingga dunia terasa semakin kecil ibaratnya seperti sebuah desa global. Perubahan-perubahan tersebut menuntut bangsa-bangsa di dunia menjalin kerja sama dan sekaligus melakukan kompetisi. Bangsa yang tidak berperan serta dalam berbagai hubungan kerja sama akan terisolasi, dan bangsa-bangsa yang kalah dalam kompetisi akan tersisih dan kehilangan bermacam-macam peluang. Dalam era seperti ini, kekuatan suatu bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya, dan kualitas sumber daya manusia tersebut tidak lagi bergantung pada kekuatan ototnya, melainkan pada kekuatan otaknya. Keunggulan suatu bangsa terletak pada aksesnya terhadap penguasaan informasi, terutama informasi yang bernilai strategis (Gahral 2004). Oleh karena itu, pendidikan, terutama pendidikan tinggi, menjadi faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan suatu bangsa dalam bekerjasama dan sekaligus bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Pendidikan tinggi sebagai suatu subsistem dari sistem pendidikan nasional sangat menentukan ketahanan dan kelangsungan hidup bangsa bukan hanya karena pendidikan tinggi berfungsi sebagai lembaga peningkatan kualitas sumber daya manusia, melainkan juga berfungsi sebagai lembaga penggalian dan penyebaran informasi baru, terutama yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. Karena penguasaan informasi menjadi semakin penting, maka fungsi perguruan tinggi sebagai lembaga penggalian dan penyebaran informasi baru ini akan menjadi semakin dominan, sehingga perguruan tinggi di masa depan akan mengalami suatu transformasi orientasi, dari teaching university ke research university (Cheng 2009). Dengan demikian, kegiatan penelitian menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi dalam kehidupan perguruan tinggi karena penelitian merupakan ujung tombak dalam usahanya mengggali dan menyebarkan informasi baru. Kegiatan penelitian bagi perguruan tinggi akan menjadi semakin menentu kan di masa depan. Menyadari betapa penting kegiatan penelitian bagi suatau perguruan tinggi, tentunya peluang dan tantangan dalam penelitian perlu diinfor masikan, guna dapat memotivasi dosen dan mahasiswa, sehingga kegiatan penelitian yang dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, baik dalam kuantitas maupun kualitasnya dapat ditingkatkan. Dosen merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha ini. Sebagaimana dinyatakan dalam UU Nomor 14 tahun 2005 Pasal 60 ayat 1 dinyatakan dosen berkewajiban melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, peningkatan kemampuan dosen dalam penelitian, baik teoretik, metodologis, maupun academic writing, merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Peningkatan kemampuan ini tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan produktivitas dan kualitas kegiatan penelitian, melainkan juga bagi publikasi hasil penelitian dalam bentuk artikel publikasi ilmiah diberbagai jurnal terakreditasi, yang nantinya dapat menjadi sumbangan berharga bagi pengembangan disiplin ilmu dan profesi mereka. Diduga hampir keseluruhan PTS, khususnya PTS yang ada di NTB, belum dilaksanakannya secara optimal kegiatan penelitian,dan pengabdian pada masyarakat, jika dibandingkan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai bagian dari Tri Dharma Pergruan Tinggi. Disinyalir ada 4 (empat) permasalahan yang perlu segera diatasi dalam kegiatan penelitian di PTS, antara lain : a. Belum adanya kegiatan penelitian yang terintegrasi, baik antara penelitian yang dahulu dengan penelitian berikutnya, maupun dengan kegiatan pengabdian masyarakat. b. Belum maksimalnya kualitas penelitian dosen. c. Hasil penelitian berhenti sekedar sebagai laporan penelitian dan belum dimanfaatkan sebagai bahan berharga, baik bagi kegiatan pembelajaran (sebagai bahan ajar), kegiatan penulisan (sebagai artikel publikasi ilmiah untuk diterbitkan di jurnal terakreditasi dan jurnal internasional). d. Belum maksimalnya tindak lanjut hasil penelitian yang berpotensi HKI.

Peluang.

Sebagai bentuk konsekwensi diterapkannya 20% anggaran pendidikan dari keseluruhan anggaran yang ada di Indonesia, maka pemerintah pusat berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Khusus untuk pendidikan tinggi, pemerintah mempertajam kualitas dari tri dhrama perguruan tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Dalam bidang penelitian khususnya pada tahun 2009, jenis hibah dan peluang bagi dosen dan mahasiswa makin banyak dan menarik. Mengenai besarnya hibah penelitian seperti yang disampaikan oleh Dirjen Dikti pada suatu pertemuan di Yogayakarta, khusus untuk peneltian dosen, disiapkan dana sebesar 200 miliar. Jika dilihat secara keseluruhan anggaran penelitian dari gabungan dana Dikti, Balitbang, Ristek dan BPPT setidaknya disiapkan lebih dari satu triliun rupiah. Setiap dosen diprioritaskan untuk membuat publikasi ilmiah internasional, penulisan buku ajar, pendaftaran paten dan perolehan paten (Jalal, 2009). Sementara itu Menristek mengungkapkan bahwa pada tahun 2009 telah disiapkan 8.000 paket penelitian untuk semua disiplin ilmu. Masing-masing paket penelitian itu biayanya Rp 100 juta sehingga total biaya untuk penelitian tersebut sebanyak Rp 800 miliar (Kadiman, 2009). Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa ada beberapa jenis penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu Penelitian Dosen Muda (PDM), Studi Kajian Wanita (SKW), Hibah Bersaing (HB), atau Hibah lain yang sudah ditawar kan pada tahun-tahun sebelumnya, maka mulai tahun ini sudah bisa “melirik” beberapa jenis penelitian baru yang cukup menantang. Setidak-tidaknya ada tiga jenis penelitian model baru pada tahun ini. Kisaran anggaran per-paketnya juga lebih besar yaitu antara 50 sampai 100 juta. Relatif lebih besar dibandingkan jenis-jenis penelitian di atas. Sekilas info mengenai tiga model riset tersebut: Pertama, Hibah Penelitian Potensi Pendidikan Kabupaten/Kota. Ruang lingkup penelitiannya adalah (1) Pemerataan pendidikan, misalnya; penuntasan wajib belajar 9 tahun, BOS (bantuan operasional sekolah), perkem bangan APK di masing-masing kota/kabupaten, anak usia sekolah dasar tidak dapat sekolah karena tinggal di daerah terpencil, dan banyak masyarakat tak mampu menyekolahkan anaknya karena kemiskinan; (2) Peningkatan mutu, misalnya; kaitan ujian nasional dengan ujian masuk perguruan tinggi, kualifikasi guru dan jumlah guru, jumlah murid, masih terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan, kekurangan jumlah guru di beberapa daerah, dan kendala-kendala yang berkaitan dengan implementasi kurikulum (materi kurang memiliki daya suai, kemungkinan kesaratan beban kurikulum); (3) Efisiensi dan efektivitas, misalnya; BOM (bantuan operasional manajemen), masih banyaknya sekolah belum melaksanakan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah, sulit mem peroleh data perkembangan pendidikan secara cepat, dan akurat yang berpengaruh pada keakuratan perencanaan pendidikan; dan (4) Penguatan manajemen kelem bagaan, misalnya; kapasitas building untuk manajemen kelembagaan, perkem bangan kemajuan pendidikan dasar dan menengah, dan terbatasnya industri standar sebagai mitra pembinaan sekolah menengah.Program hibah penelitian bagi dosen di perguruan tinggi ini akan dihasilkan suatu karya tulis yang ber manfaat bagi peningkatan daya saing bangsa antara lain berupa (1) Publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional dan/atau international terakreditasi; (2) Profil Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabupaten/kota; (3) Pemetaan masalah-masalah pendidikan di Kabupaten/kota; (4) Akurasi data potensi pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten/kota; (5) Model pem belajaran; (6) Model pemberdayaan masyarakat, atau (7) model/alternatif kebija kan Pendidikan. Nilai dananya adalah maksimal Rp 100 juta per judul penelitian per tahunnya. Kedua, Hibah Penelitian untuk Mahasiswa Program Doktor. Program hibah penelitian bagi mahasiswa program doktor ini akan dihasilkan suatu karya tulis berupa disertasi dan hal lain yang bermanfaat bagi peningkatan daya saing bangsa antara lain berupa:(1) Publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal bereputasi internasional (minimal satu), dan/atau dalam jurnal ter akreditasi nasional (minimal 3); (2) Teknologi tepat guna, atau temuan baru berupa invensi yang dapat dipatenkan; (3) Model pembelajaran, serta (4) Model pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa program doktor yang dapat memanfaatkan hibah penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang sedang belajar dan akan/sedang melakukan penelitian pada perguruan tinggi penyelenggara Program Doktor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Program bantuan hibah penelitian ini pada hakikatnya bersifat bantuan dan besarnya tidak melebihi Rp 50.000.000 (lima puluh juta) per tahun yang hanya diberikan hanya sekali saja. Ketiga, Hibah Penelitian Kompetitif Sesuai Prioritas Nasional. Tema penelitian yang dinyatakan strategis adalah penelitian yang dapat menyelesaikan masalah masyarakat dan bangsa dalam segi (1) Pengentasan kemis kinan, (2) Perubahan iklim, pelestarian lingkungan, keanekaan hayati (biodiver sity), (3) Energi terbarukan, (4) Ketahanan pangan, (5) Gizi dan penyakit tropis, (6) Mitigasi dan manajemen bencana, (7) Integrasi bangsa, dan harmoni sosial, termasuk penelitian bidang kebudayaan, (8) Otonomi daerah dan desentralisasi, (9) Seni dan sastra dalam mendukung industri kreatif (creative industry), dan (10) Infrastruktur, transportasi, dan industri pertahanan. Hibah penelitian strategis prioritas ini berbeda dari skim penelitian yang lain dalam tiga hal, yaitu (1) tema sesuai dengan yang ditentukan, (2) penelitian lebih berorientasi pada penelitian terapan, dan (3) tim peneliti perguruan tinggi dianjurkan bekerja sama dengan peneliti dari badan penelitian & pengembangan dan balai yang bernaung di bawah departemen teknis, tetapi menggunakan dana masing-masing. Program ini dilak sanakan secara kompetitif, dan dibuat usulan multitahun. Penelitian Strategis Prioritas dapat dilakukan dengan lama penelitian 2-3 tahun per judul dan dana maksimum setiap tahun sebesar Rp 100.000.000,00. Hanya tim peneliti yang dapat memenuhi luaran yang ditargetkan yang dapat mengajukan usul penelitian periode kedua. Sesuai dengan ciri penelitian terapan, luaran yang harus dinyatakan sebagai target peneliti adalah (1) proses dan produk ipteks berupa metode, blue print, prototipe, sistem, kebijakan atau model, (2) HKI berupa paten atau lainnya, (3) teknologi tepat guna yang langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, (4) artikel di berkala ilmiah nasional atau yang bereputasi internasional, atau (4) bahan ajar. Demikian juga peluang untuk mahasiswa, tidak kalah banyaknya dengan dosen. Atas kebijakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 menfasilitasi program Penalaran Mahasiswa dan Program Kreatifitas Mahasiswa. program Penalaran Mahasiswa seperti Kompetisi Karya Tulis Ilmiah, Debat Bahasa Inggris, Oliampiade Internasional, Kompetisi Karya tulis bidang Seni, Kompetisi Karya Tulis Sikap Kritis, Kompetisi Peningkatan Kependulian Sosial, Kompetisi Mahasiswa Berprestasi, dan pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Sementara itu, Program Kreatifitas Mahasiswa seperti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), Kontes Jembatan Indonesia (KJI), Pagelaran Maha siswa Tingkat Nasional bidang Informasi dan Telekomunikasi (GEMASTIK), dan Kontes Roket. Tahun 2009. Pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang sebelum nya dikenal sebagai LKTM diintegrasikan pengelolaannya kedalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Mengingat sifatnya yang indentik dengan Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah (PKMI) ke dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT). Untuk membedakannya, PKMI diberinama baru PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan KKTM menjadi PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai dengan sifat artikel yang dihasilkan, maka PKM-AI akan bermuara pada jurnal kreativitas mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-AI di PIMNAS. PKM diperuntuk kan bagi seluruh perguruan tinggi melalui penyediaan dana yang bersifat kompetitif, akuntabel dan transparan.

Tantangan

Mengingat begitu banyak peluang dana yang diberikan oleh pemerintah pusat pada tahun 2009 dan tahun-tahun mendatang, khususnya dalam kegiatan peneliti an, dan pengabdian pada masyarakat, baik bagi dosen maupun untuk mahasiswa. Sudah sepantasnyalah disambut dengan gembira oleh perguruan tinggi, terlebih perguruan tinggi swasta. Hanya saja dana-dana tersebut di atas tidaklah begitu saja diberikan, tentu ada persyaratan-persayaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya, mengajukan proposal-proposal yang bermutu dan bernilai jual. Bisa dikerjakan perorangan atau per-tim untuk satu proposal. Jika dikerjakan dengan tim diharap kan bisa menjadi semangat untuk menghasilkan yang terbaik. Membuat proposal yang baik, dan dapat menyakinkan pemberi dana meru pakan tantangan bagi dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi swasta. Tuntu tan agar para dosen dan mahasiswa dapat lebih aktif dan kreatif untuk membuat proposal penelitian dalam bidang kajian tertentu yang berkualitas, membutuhkan ketrampilan dalam inovasi peneltian. Sekurang-kurang harus memiliki pemaha man yang dalam tentang penulisan proposal penelitian. Pada kesempatan ini, di informasikan beberapa hal yang terkait dengan penysusnan proposal, antara lain sebagai berikut :

a. Tidak ada suatu proposal yang salah atau benar, namun yang ada adalah proposal yang baik atau tidak baik.

b. Proposal Penelitian pada umumnya Memuat:

• Abstrak

• Latar belakang/Pendahuluan

• Perumusan masalah

• Tujuan penelitian

• Tinjauan Pustaka

• Metode Penelitian

• Jadwal kegiatan

• Rincian biaya

• Personil

c. Ada indikator penilaian

d. Kriteria Proposal yang Baik (a) Inovatif dan mengembangkan ipteks (misal: berbasis IT) (b) Novelty (unsur kebaruan) (c) Bermanfaat bagi khalayak (d) Aplikatif (e) Mudah disosialisasikan (f) Peneliti memiliki track record baik dalam penelitian dan publikasi ilmiah (g) Biaya terjangkau

e. Gunakanlah panduan atau pola desain yag sesuai dengan selera pemberi dana. Dalam konteks kekinian, maka perguruan tinggi harus merespon tantangan yang ada dan menerapkan paradigma baru sesuai kebutuhan masyarakat. Fasli Jalal (2007), menegaskan bahwa dewasa ini, paradigma baru pendidikan tinggi pada dasar nya bertumpu kepada tiga pilar utama, yakni kemandirian dalam pengelolaan atau otonomi, akuntabilitas (accuntability) dan jaminan mutu (quality assurance).

Daftar Pustaka

Adian, Donny Gahral. 2009. Menuju Universitas Riset? Jakarta, Kompas, Opini, 21 Januari 2009.

Jalal, Fasli. 2007. Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah,Adicita Karya. Jakarta.

Jalal, Fasli. 2007. Dikti Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar untuk Penelitian Dosen. Republika Newsroom. 12 Maret 2009. Jakarta.

Kadiman, Kusmayanto. 2008. Delapan ratus Miliar Rupiah untuk 8000 Paket Penelitian Tahun 2009. Kompas, Artikel, 15 September 2008.Jakarta.

Cheng, Kai-Ming, , World Class University Are Not Build Overnight, dalam http: www. Dikti. Org. diakses 14 April 2009.Jakarta.

Menhukham. 2005. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Lembar Negara RI No 157. Jakarta.

About these ads

2 gagasan untuk “PELUANG DAN TANTANGAN

Silakan Komen dengan benar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s